Makanan Nikmat Yang Hampir Jarang Di Jumpai Gen Alpha

Oleh: Ayu Lestari

Founder Daily Sastra Rembang 


Keberadaan makanan cepat saji membuat sebagian orang pindah haluan. Tawaran praktis dan harga lebih terjangkau menjadi pertimbangan untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan sehari-hari. Padahal, kerugian mengkonsumsi makanan cepat saji secara terus menerus akan mengakibatkan berbagai macam masalah, baik dari segi kesehatan, dan tumbuh kembang anak.

Seringnya saya melihat anak-anak membeli cilor, seblak, ayam goreng, kentang goreng, sempolan di pinggir jalan dan di beberapa restoran. Mereka sangat lahap bahkan tak jarang untuk menambah porsi makanan tersebut.

Padahal, kandungan kadar natrium, gula, lemak yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit seperti obesitas, diabetes, dan kekurangan nutrisi (mal nutrisi). Walaupun masih banyak indikasi penyakit lain, namun ketiga masalah kesehatan ini menjadi posisi utama dari efek samping mengkonsumsi makanan cepat saji.

Kukusan menjadi alternatif terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, kukusan sangat baik untuk sistem pencernaan anak. Mengukus makanan juga bisa menjaga kandungan gizi terjaga dengan baik.

Oleh sebab itu, peran orang tua sangat penting untuk mengontrol keluar masuknya makanan yang dimakan oleh si kecil. Tidak hanya melihat seberapa murah makanan itu untuk dibeli dan menawarkan cita rasa yang lezat, melainkan orang tua juga harus bisa memilih makanan mana yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.