Cegah Abrasi dan Jaga Ekosistem Laut, Siswa-Siswi SDN Selopuro Lasem Kampanyekan Peduli Lingkungan Lewat Aksi BERSINAR


Oleh: Ayu Lestari

Founder Daily Sastra Rembang

Di tengah kondisi adanya pengikisan daratan oleh laut, serta untuk menjaga ekosistem pesisir, mengurangi dampak pemanasan global, mempercantik kawasan pantai, para kader adiwiyata, guru, kepala sekolah, seta siswa siswi SDN 1 Selopuro Lasem menggelar kegiatan BERSINAR "Bersih Pantai, Aksi Kampanye, dan Penanaman Cemara" di Pantai Indah Layur Desa Gedongmulyo Lasem, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan aksi nyata perilaku ramah lingkungan, mencakup kegiatan seperti pengelolaan sampah (3R), penanaman pohon, serta menjaga kebersihan.

Kepala SDN 1 Selopuro Lasem, Dhony Maivantoga menyampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini. Sampah yang dibuang sembarangan ke sungai maupun pantai dapat bermuara ke laut dan mengancam ekosistem laut, mencemari lingkungan, serta membahayakan biota laut.

"Siswa diajak memahami secara langsung dampak sampah terhadap lingkungan pesisir," ungkap Dhony kepada NU Online, Minggu (24/5/2026).

Ia juga mengimbau supaya kegiatan semacam ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran siswa dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, membangun kebiasaan membuang dan memilah sampah dengan benar, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian laut Indonesia.

Senada, Dwi Oktaviana, guru SD Negeri 1 Selopuro, Lasem juga menyebut, aksi itu dapat mencegah abrasi pantai, mengurangi terpaan angin laut, menjaga ekosistem pesisir, mengurangi dampak pemanasan global, mempercantik kawasan pantai

"Peserta didik belajar tindakan nyata peduli lingkungan bukan sekedar teori tetapi praktik langsung. Nilai gotong royong dan kerjasama, serta keberlanjutan untuk generasi di masa mendatang," ungkap Vina kepada NU Online, Selasa (26/5/2026).

Bersih-bersih, penempelan stiker, hingga penanaman Pohon Cemara di bibir pantai

Bagi Vina, tiga aksi tersebut bisa menjadi langkah yang efektif untuk menyosialisasikan upaya masyarakat berperilaku ramah lingkungan. Dimulai dari para kader Adiwiyata mengambil sampah plastik di sekitar pantai sambil membawa alat-alat kebersihan yang sudah disiapkan dari sekolah, Aksi Kampanye. 

"Kegiatan ini dilanjutkan dengan kampanye untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, mengelola sampah dengan bijak, hemat air, hemat energi," sambungnya.

Selanjutnya, menggunakan media poster dan slogan yang ditunjukkan kepada pengunjung di sekitar pantai indah layur yang bertujuan mengajak masyarakat sekitar untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan. 

Hal itu juga dapat memunculkan  pemahaman kepada siswa bahwa bentuk cinta lingkungan tidak hanya melalui teori tetapi juga aksi nyata mereka melakukan penanaman pohon cemara di sekitar pantai.

"Kami ingin mengedukasi para siswa untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dengan pembiasaan setiap hari sabtu dilakukan kebersihan seluruh lingkungan sekolah yang dilakukan semua siswa, guru, dan tenaga kependidikan SDN 1 Selopuro Lasem," tandasnya.

Sebab, ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan berdampak pada seluruh masyarakat dan penyebabnya juga berasal dari aktivitas manusia sehari-hari.

Di sisi lain, ia menganggap peran penting pemerintah sangat dibutuhkan selain membuat kebijakan dan program lingkungan tetapi keberhasilan program tersebut bergantung pada kesadaran dan partisipasi semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat. 

"Gerakan kepedulian lingkungan yang kami lakukan dapat menjadi budaya positif yang dilakukan secara berkelanjutan. Jika kita bergerak bersama, maka menjaga bumi akan berdampak besar bagi kehidupan sekarang maupun generasi mendatang," paparnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran serta kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir. 

"Semoga peserta didik tidak hanya belajar menjaga kebersihan pantai, tetapi juga memahami pentingnya penghijauan dan budaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Lebih lanjut, Vina menekankan, giat Bersinar itu dapat dijadikan sebagai nspirasi bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan melalui aksi nyata, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.

"Aksi bersih pantai, kampanye peduli lingkungan, dan penanaman pohon cemara, kami belajar bahwa menjaga alam tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata," pungkasnya.