Keren! Kisah Inspiratif Exsan, Sekretaris Desa Dasun, yang Berhasil Membukukan Sejarah Desanya


Penulis: Aditiya Rohmatul Huda
Pelajar MAN 2 Rembang

Sejarah Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, kini tidak hanya tersimpan dalam cerita lisan para sesepuh. Sejarah desa tersebut telah dibukukan melalui karya berjudul "Dasun" yang ditulis oleh Exsan Ali Setyonugroho, Sekretaris Desa Dasun.

Exsan menulis buku ini berangkat dari latar belakangnya sebagai mantan mahasiswa sejarah serta kecintaannya terhadap desa tempat ia dilahirkan. Proses penulisan buku Dasun dimulai sejak 2016, rampung pada 2020, dan diterbitkan pada 2021 setelah melalui proses riset yang cukup panjang.

Dalam penyusunannya, Exsan menghadapi berbagai kendala, salah satunya saat menelusuri arsip sejarah Desa Dasun di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Ia harus menerjemahkan sejumlah dokumen berbahasa Belanda secara mandiri ke dalam bahasa Indonesia.

Selain riset arsip, Exsan bersama Kepala Desa Dasun, Sujarwo, juga melakukan penelusuran lapangan. Mereka mewawancarai tokoh masyarakat sepuh, mantan kepala desa, serta warga yang mengetahui sejarah dan perkembangan Desa Dasun dari masa ke masa. Hasil wawancara tersebut menjadi bahan penting dalam penulisan buku.

Menariknya, pembiayaan awal buku bersumber dari dana desa. Sejak awal, buku ini tidak ditujukan untuk kepentingan komersial. Setelah diterbitkan, buku tersebut dibagikan kepada warga Desa Dasun, komunitas, serta tamu yang berkunjung.

“Pembuatan buku ini menggunakan dana desa. Jadi setelah jadi, buku-buku dibagikan ke warga, komunitas, dan tamu. Kalau ada yang membeli, uangnya akan digunakan lagi untuk cetak ulang,” ujar Exsan.

Exsan menambahkan, buku Dasun tidak dijual secara bebas. Masyarakat yang ingin memilikinya dapat menghubungi langsung dirinya atau melalui akun Instagram resmi Desa Dasun. 

Setelah rampungnya buku Dasun, Pemerintah Desa Dasun berencana menyusun buku lanjutan berjudul Pranata Bayu. Buku ini akan ditulis oleh Angga Hermansah, adik Exsan, yang membahas pengetahuan tradisional masyarakat pesisir Dasun dalam membaca tanda-tanda alam. Isinya antara lain tentang ilmu titen untuk menentukan waktu menebar bibit ikan, membuat garam, melaut, serta menjalani kehidupan yang selaras dengan alam.

Melalui langkah ini, Exsan menunjukkan bahwa sejarah desa dapat ditulis dari tingkat lokal. Upaya tersebut menjadi bentuk kepedulian dalam menjaga ingatan kolektif dan identitas Desa Dasun agar tidak hilang oleh waktu.