Kegiatan Workshop Parade Sastra Bercerita II Bersama Saut Situmorang dan Mahfud Ikhwan

 

Oleh: RembangBercerita.com

Gabungan komunitas literasi se-Kabupaten Rembang yang diinisiasi Komunitas Literasi Lubuk Ilmu kembali menunjukkan kepeduliannya dalam pengembangan kapasitas pemuda di bidang sastra melalui Workshop Parade Sastra Bercerita. Kegiatan ini digelar di Taman Budaya Sambongan, Sulang, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026). Peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, tenaga pendidik, serta masyarakat umum dari wilayah Pantura Timur mengikuti kegiatan tersebut. 

Workshop ini menjadi sarana pembekalan keterampilan menulis, khususnya dalam menciptakan puisi dan novel, sekaligus memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik untuk menyusun karya yang baik, menarik, dan beretika. Penyair asal Tebing Tinggi, Sumatera, Saut Situmorang, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sastra merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Menurutnya, sastra dipelajari di berbagai universitas di dunia dan sejajar dengan cabang seni lainnya seperti karawitan, seni rupa, dan seni lukis. Baca Juga PDS HB Jassin, Tempat Berjumpanya Arsip Sastra dan Gagasan Masa Depan Ia menekankan bahwa puisi tidak hanya berbicara tentang keindahan bahasa, tetapi juga kejujuran dan kekuatan makna. “Puisi tidak hanya tercipta saat membaca, tetapi dapat lahir dari berbagai fenomena kehidupan manusia,” ujar Saut saat memberikan materi, Sabtu (4/4/2026). Saut juga menjelaskan konsep surealisme dalam puisi, yakni pendekatan yang menghadirkan objek nyat

Sementara itu, novelis asal Tuban, Jawa Timur, Mahfud Ikhwan, menuturkan bahwa proses penulisan novel memerlukan eksplorasi yang luas, termasuk mengunjungi tempat-tempat baru yang belum banyak dikenal. Mahfud menekankan pentingnya penggunaan sudut pandang yang variatif dalam penulisan novel, seperti melalui teknik bercerita langsung, surat, maupun dongeng. Ia juga mengingatkan bahwa sebuah novel harus memiliki unsur utama seperti tokoh, konflik, alur, serta kompleksitas cerita. “Pengalaman personal menjadi salah satu kekuatan dalam bercerita. Narasi yang mampu menggambarkan suasana akan memperkaya dan memperdalam cerita dalam novel,” tandas Mahfud. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan literasi sekaligus meningkatkan kualitas karya sastra, khususnya di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP Program Pendayagunaan Ruang Publik Tahun 2026.

Ketua Pelaksana Workshop, Danang Pamungkas, menjelaskan bahwa acara ini diadakan untuk memajukan kualitas sastra para anak muda di Rembang serta menjadikan Rembang sebagai salah satu kota yang berliterasi di Indonesia ke depannya.

“Pada acara kali ini kami menghadirkan sastrawan terkenal seperti Mahfud Ikhwan dan Saut Situmorang, yang merupakan sastrawan yang masih terkenal di era sekarang untuk memberikan ilmunya pada penulis-penulis di Rembang, terutama yang masih pemula dan ingin memulai menulis,” ujar Danang di sela-sela acara.

Salah seorang guru dari SMP 3 Lasem, Nining, mengaku sangat antusias mengikuti workshop ini karena berkesempatan menimba ilmu langsung dari sastrawan ternama, Mahfud Ikhwan dan Saut Situmorang.

Menurutnya, selain materi yang berbobot, suasana kegiatan pun terasa makin istimewa berkat lokasi acara yang ikonik di tengah hamparan perkebunan dan embung yang menyejukkan.

“Saya sangat senang dengan adanya acara literasi seperti ini di Rembang. Harapannya, kegiatan serupa bisa lebih sering digelar. Jika memungkinkan, ke depannya bisa diadakan di pusat kota agar aksesnya lebih mudah dijangkau oleh banyak peserta,” tutur Nining sembari tersenyum ramah.


Berikut Link Live Streaming Kegiatan Workshop Menulis Saut Situmorang dan Mahfud Ikhwan.

___